Senin, 10 Januari 2011

Fajar Surya G

CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN

Fasya merupakan seorang anak yang terlahir dari keluarga yang sederhana. Ayahnya adalah seorang guru di sekolah dasar, dan Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sekarang Fasya masih bersekolah di suatu SMA di kotanya, dan sudah duduk di kelas 3. Jadi sebentar lagi ia akan melaksanakan Ujian Nasional. Sehari-hari Fasya dikenal sebagai anak yang baik, karena sifatnya yang sopan dan ramah. Fasya juga disukai teman-temannya, karena ia juga senang melucu dan aktif di berbagai organisasi di sekolahnya.

Suatu hari setelah jam belajar di sekolahnya telah selesai, Fasya bergegas membereskan buku-bukunya untuk segera pulang. “Untung tidak ada tugas, jadi aku bias pulang deh.” Sahutnya dalam hati. Lalu ia pun pamitan pada teman-temannya, “aku pulang dulu yah teman-teman.” Kata Fasya. Setelah ia kelua kelas, ia berjalan menyusuri koridor sekolahnya. Ketika ia sedang berjalan, dating dari arah berlawanan seorang perempuan yang berparas cantik, sebut saa namanya Yusi. “Hai Yusi! Mau kemana?” sapa Fasya. “Eh Fasya, aku mau ke kelas dulu, soalnya ada buku yang ketinggalan.” Jawab Yusi. “Oh begitu.. Yasudah, aku pulang dulu ya Si.” Kata Fasya. “Oke!” jawabnya. “Dadah…” Kata Surya. “Dadah juga..” Kata Surya. Merekapun berpisah. Fasya pun terus berjalan menyusuri koridor. Dan terlihatlah gerbang sekolah.
Ketika sampai di gerbang sekolah, Fasya ingat bahwa ia harus mengembalikan buku yag ia pinjam dari perpustakaan daerah. Fasya pun segera memberhentikan mobil angkot untuk menuju ke perpustakaan. Setelah 15 menit perjalanan, akhirnya Fasya tiba di perpustakaan daerah. Lalu ia pun segera mengembalikan buku yang ia pinjam kepada penjaga perpustakaan. “Ini buku yang saya pinjam ,au saya kembalikan Bu.” Kata Fasya sambil tersenyum ke penjaga itu. “Oh,, Silahkan simpan di meja de.!” Jawab penjaga perpustakaan. “Mumpung lagi gak ada kerjaan, mening baaca buku saja disini.” Sahut Fasya dalam hati. Lalu ia pun minta izin pada penjaga perpustakaan untuk membaca buku. “Boleh saya membaca buku disini Bu?” Kata Fasya. “Oh tentu saja boleh.” Jawab penjaga itu dengan ramah. Fasya pun berjalan untuk mencari buku yang ingin dibacanya. Dan tidak lama kemudian ia pun menemukan buku tentang musik. Kemudian diambilah buku itu dan segera duduk di kursi. Tidak lama kemudian pintu perpustakaan terbuka, dan munculah seorang perempuan cantik yang tidak lain adalah Yusi. Yusi pun berjalan-jalan untuk mencari buku. Fasya pun pura-pura tidak melihat Yusi sehingga tidak menyapanya. Setelah Yusi menemukan buku yang ingin di abaca, ia langsung menuju kursi di dekatku. Yusi pun melihat Fasya dan berkata “hai Fasya! Lagi apa kamu disini?” Sapanya. “Eh Yusi, aku lagi baca buku aja. Kamu sama siapa kesini?” Kata Fasya. “Aku sendirian aja nich. Hehe.. Aku baca buku dulu yah.”jawabnya. “Oke..!” Jawab Fasya. Yusi pun membaca buku itu dengan serius, begitupun Fasya. Setelah kira-kira 1 jam waktu berlalu Fasya pun berdiri dan bergagas untuk pulang. Lalu menyapa Yusi “aku pulang dulu ya Si.” Sapa Fasya. “ Eh bareng aja, aku juga mau pulang,” Jawabnya. “Oh yasudah kita pulang bareng.” Ajak Fasya. Mereka berdua pun berjalan keluar perpustakaan. Setelah sampai di pinggir jalan, Yusi pamitan pada Fasya “aku pulang duluan yah.” Kata Yusi. “Oke.. Hati-hati di jalan yah.” Jawab Fasya sambil tersenyum. Yusi pun menyebrang jalan karena rumahnya berlainan arah dengan rumahku. Ketika Yusi menyebrang, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mengebut dan membahayakan Yusi. Fasya pun berlari dan berteriak “awas Yusi…!” teriaknya dengan keras. “aaaaaaaaa…” Teriak Yusi. Fasya pun melompat meraih badan Yusi dan mereka pun terjatuh. Yusi pun selamat, tetapi kepala Fasya membentur batu yang ada di pinggir jalan dan iapun pingsan dengan luka di kepalanya. Yusi pun panic dan meminta tolong pada warga di sekitar tempat kejadiaan. “Mari kita bawa ke rumah sakit!” kata seorang warga disitu. Lalu Fasya pun dibawa ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit Fasya langsung menuju UGD dan dibawa kedalam ruangan oleh perawat. Yusi ingin masuk, tetapi tidak diperbolehkan oleh perawat. Yusi pun menunggu di luar dalam keadaan cemas. Tidak lama kemudian seorang dokter pun keluar dari ruangan itu. Yusi pun dating menghampiri dokter itu. “Bagaimana keadaan teman saya dokter?” Tanya Yusi. ”Teman kamu baik-baik saja, tetapi harus dirawat beberapa hariuntuk pemulihan luka dikepalanya.” Jawab dokter. “Alhamdulillah.. Terimakasih dokter!” Kata Yusi dengan rasa lega di hati. Lalu Yusi pun mendatangi resepsionis untuk menanyakan ruangan tempat Fasya dirawat. Setelah diberitahu oleh seorang petugas ruangannya, Yusi pun segera mendatangi ruangan tersebut, dan mendapati Fasya sedang duduk. “Fasya, bagaimana keadaan kamu sekarang?” Tanya Yusi. “Alhamdulillah sudah meningan, cuman masih agak sakit kepala. Hehe…” Jawab Fasya dengan ramah. Pada hari itu, Yusi menemani Fasya di rumah sakit. Dan secara perlahan rasa sayang dari Fasya mulai timbul. Setelah seharian Yusi menemani Fasya, Yusi pun izin pamit untuk pulang. “Aku pulang dulu yah, gak enak sama orang tua.” Izin Yusi. “Oke.! Makasih yah udah nemenin..” Jawab Fasya dengan ppnuh rasa senang. “Yasudah, dadah.. Besok aku kesini lagi.” Kata Yusi. “Oke..!” Jawab Fasya. Merekapun berpisah.



Keesokan harinya Yusi dating ke rumah sakit, tetapi sekarang ia dating dengan seorang laki-laki yang cukup tampan. “Hai Fasya..! Gimana sekarang?’ Sapa Yusi. “Yah agak meningan, sakit kepalanya berkurang.” Jawab Yusi. “Eh kenalin, ini Decky pacar aku.” Kayta Yusi. Fasya pun kaget karena Yusi sudah mempunyai pacar. “Decky..” kata laki-laki itu sembari mengulurkan tangan pada Fasya. “Fasya..” Sembari senyum terpaksa. “Terimakasih yah kamu sudah menyelamatkan pacar saya, entah bagaimana aku harus membalasnya.” Kata Decky. “Ah tidak apa-apa, kita sesame manusia harus saling menolong.” Jawab Fasya. “Terimakasih banyak yah!” Kata Decky. “Sama-Sama.” Jawab Fasya. Pada saat itu Fasya merasa cintanya bertepuk sebelah tangan, dan dalam hatinya ia bernyanyi lagu “D’MASIV-LUKAKU.” Meskipun begitu, tapi hungan mereka akrab seperti biasanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan anda berkomentar